Home » » Puasa?Awas...!!! Jangan Berbuka dengan yang manis

Puasa?Awas...!!! Jangan Berbuka dengan yang manis


Ada pemahaman keliru yang sudah terlanjur diterima masyarakat yaitu "berbukalah dengan yang manis." Sebenarnya paham itu salah. Bahkan berbuka puasa dengan makanan manis-manis penuh gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan. Yang perlu kamu perhatikan dan pahami adalah:
  1.   Hindari makan yang manis-manis saat berbuka. Kenapa? Ketika berpuasa, kadar gula darah menurun. Kalau langsung berbuka yang manis, kadar gula darah spontan melonjak naik dan itu sangat tidak sehat. Bahkan kebanyakan gula justru menjadikan lemas, mengantuk atau tambah gemuk.

  2. Berbukalah dengan jenis makanan karbohidrat kompleks, bukan jenis karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Jadi diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit. Hasilnya, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas.

  Sebagai tambahan kalau kamu ingin makan kurma, pilih kurma asli, bukan "manisan kurma" yang ditambahi pemanis/ gula berlipat-lipat (yang banyak dijual bebas di Indonesia), sebab kurma asli dan belum diproses termasuk karbohidrat komplek dan tidak terlalu manis.

  3. Begitu juga ketika sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, Makanlah karbohidrat kompleks dan protein lamban cerna yang banyak seratnya sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

  4.   Hindari makanan dengan Glycemic Index (GI) yang tinggi misalnya : sukrosa (gula-gulaan), manisan, minuman ringan, jagung manis (pop-corn), sirup, atau makanan dan minuman. Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Bayangkan, setelah seharian perut kosong lalu langsung makan atau minum manis mengandung gula (simple carbohydrate) yang sangat-sangat tinggi GI-nya, respon insulin tubuh langsung melonjak dan akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa. Itulah kenapa banyak orang yang berpuasa malah menimbun lemak di perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai GI-nya rendah.
 5.   Konsumsilah makanan dengan komposisi yang seimbang: 50 % karbohidrat kompleks, 40-45 % protein dan 5-10 % lemak dalam setiap porsinya.

 6. Terakhir, jangan lagi terlena dengan slogan iklan "Berbukalah dengan yang manis". Alasannya? Kini pasti Kamu sudah paham bukan? Selamat berpuasa! 
Apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel diatas? sebagai pembaca yang kritis, pastinya anda akan memberi komentar atas apa yang telah anda baca. Silahkan tinggalkan komentar anda dan semoga anda memperoleh manfaat setelah membaca artikel diatas.terima kasih..




Written by : DeeBee

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Jangan lupa untuk memberi komentar maupun masukannya agar blog ini bisa semakin berkembang dan maju. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi anda.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

1 komentar:

Jangan lupa kasih komentarnya yach...

Translate


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified